infoAsatu – Di sudut Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, sosok Aipda Dian Wihendro bukan sekadar aparat penegak hukum. Bagi warga setempat, ia adalah representasi nyata dari wajah Polri yang humanis seorang “Bhabinkamtibmas Penolong” yang mendedikasikan hari-harinya melampaui panggilan tugas formal.
Kepedulian Aipda Dian terhadap lansia dan warga kurang mampu di wilayah tugasnya telah menjadi buah bibir. Ia dikenal konsisten menjalankan program “Bhabinkamtibmas Peduli”, di mana ia turun langsung menyambangi rumah-rumah warga (door-to-door) untuk menyalurkan bantuan sembako.
• Sentuhan Humanis: Tak jarang, Dian terlihat memapah lansia yang kesulitan berjalan atau sekadar duduk mendengarkan keluh kesah mereka. Baginya, kehadiran fisik dan empati adalah obat bagi kesepian para orang tua di masa senja.
• Aksi Nyata: Ia aktif menggalang dukungan maupun menyisihkan sebagian rezekinya untuk memastikan tidak ada warga di Banuaran yang tidak makan.
Orang Tua Asuh bagi Anak Yatim
Sisi lain yang menonjol dari pengabdian Aipda Dian adalah perhatiannya yang besar terhadap masa depan anak yatim. Ia meyakini bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh memadamkan cita-cita anak-anak di kelurahannya.
• Penyaluran Santunan: Secara rutin, ia mengorganisir dan menyalurkan santunan untuk anak yatim, baik dalam momen hari besar keagamaan maupun dalam kegiatan rutin kepolisian.
• Edukasi dan Motivasi: Selain bantuan materi, Dian kerap memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat bersekolah dan menjauhi perilaku negatif seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba.
Menjaga Kamtibmas dengan Hati
Dalam menjaga stabilitas keamanan di Banuaran, Aipda Dian mengedepankan pendekatan Problem Solving. Ia lebih memilih jalur dialog dan kekeluargaan dalam menyelesaikan konflik antarwarga.
“Menjadi Bhabinkamtibmas bukan soal pangkat, tapi soal seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk masyarakat. Jika masyarakat sudah merasa terbantu dan nyaman, maka keamanan akan tercipta dengan sendirinya,” ujar Aipda Dian dalam salah satu kegiatannya.
Dedikasi Aipda Dian Wihendro adalah bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dicintai.
Melalui aksi sosialnya kepada lansia, anak yatim, dan warga marjinal, ia telah membangun fondasi kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap institusi Polri, khususnya di jajaran Polresta Padang.
(*)













