Daerah

Bangkit Pasca-Bencana, 50 UMKM Kota Padang Digembleng Jadi Juragan Digital

×

Bangkit Pasca-Bencana, 50 UMKM Kota Padang Digembleng Jadi Juragan Digital

Sebarkan artikel ini

infoAsatu – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang yang sempat terpukul oleh bencana hidrometeorologi, kini bersiap menggebrak pasar digital. Mereka digembleng dalam Workshop Digital Selling Mastery bertema “Dari On Boarding hingga Optimasi Penjualan”.

Ajang pemberdayaan ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang yang berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), serta INOTEK Foundation. Pelatihan intensif ini digelar selama dua hari, yakni pada 9 dan 11 Juni 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Padang, Teddy Antonius, menegaskan bahwa migrasi ke ekosistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku usaha agar bisa bertahan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam penguatan kapasitas UMKM. Kita ingin mereka tidak hanya sekadar bertahan, tetapi mampu menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang bisnis baru di era digital,” ujar Teddy Antonius, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga  Harkitnas ke-118: Wali Kota Padang Ajak Generasi Muda Kobarkan Semangat Menuju Indonesia Emas

Seluruh peserta yang mengikuti pelatihan tatap muka ini merupakan pelaku usaha pilihan. Tahun lalu, mereka menjadi korban terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang.

Sebagai langkah awal pemulihan ekonomi, mereka sebelumnya telah disokong bantuan alat produksi berupa kompor dan wajan, serta telah melewati fase pelatihan secara daring. Dari hasil pendampingan ketat tersebut, terpilihlah 50 UMKM terbaik untuk naik kelas ke pelatihan lanjutan ini.

Teddy menjelaskan, dalam workshop ini peserta tidak hanya disuapi teori, melainkan langsung melakukan praktik melek digital. Materi yang diberikan mencakup:

– Penguatan pola pikir kewirausahaan (entrepreneur mindset).

– Proses on boarding atau membuka toko di berbagai marketplace.

– Pemanfaatan dan optimasi fitur-fitur platform digital.

– Strategi memproduksi konten promosi yang efektif dan menjual.

Baca Juga  Pemulihan Pascabencana di Padang, Wali Kota Fadly Amran Terima Bantuan Perbanas dan Siapkan Hunian

“Para peserta langsung dilatih bagaimana membuat, mengedit, hingga mengunggah konten digital. Tujuannya jelas, memicu interaksi dengan konsumen dan langsung mendongkrak angka penjualan produk mereka,” tambah Teddy.

Lewat skema pelatihan berbasis hasil (output-based) ini, para peserta ditargetkan keluar dari ruangan dengan membawa modal digital yang matang. Mereka dipastikan pulang dengan akun marketplace yang siap pakai, menguasai strategi optimasi toko, serta mahir dalam menyunting video atau foto produk secara mandiri.

Teddy berharap, kolaborasi apik yang didanai oleh SETC dan difasilitasi oleh INOTEK Foundation ini dapat melahirkan pelaku usaha yang lebih kreatif, inovatif, dan adaptif.

“Kami ingin peserta mampu memaksimalkan seluruh platform digital sebagai corong publikasi dan promosi. Dengan begitu, daya saing mereka naik, dan omzet pendapatan usaha mereka pun ikut meroket,” pungkasnya.

(*)