infoAsatu – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan stimulus serta melakukan penebaran (restocking) benih ikan lele di Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi yang sempat melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.
Direktur Sarana dan Prasarana Ditjen Perikanan Budidaya KKP, Enggar Saptopo, mengungkapkan bahwa proses pemulihan sektor perikanan budidaya air tawar di Kota Padang kini telah mencapai 100 persen. Capaian positif ini terwujud berkat kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah.
“Untuk Kota Padang, pemulihan budidaya ikan air darat telah mencapai 100 persen. KKP memberikan intervensi berupa bantuan 101.000 benih ikan, cool box untuk pengolahan dan pemasaran, pakan ikan, serta alat tangkap jaring bagi nelayan terdampak,” ujar Enggar saat menyerahkan bantuan di lokasi.
Enggar menambahkan, selain bantuan material, KKP juga menerjunkan tim penyuluh perikanan untuk memberikan pendampingan teknis secara intensif. Langkah ini dilakukan agar usaha budidaya dan tangkap yang dijalankan masyarakat dapat kembali berkembang pesat.
“Yang terpenting, masyarakat tetap semangat dan segera melanjutkan aktivitas ekonominya. Penyiapan daya dukung dan pendampingan dari penyuluh akan terus kita optimalkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian berkelanjutan dari KKP sejak masa tanggap darurat hingga fase pemulihan saat ini.
Menurut Alfiadi, intervensi pemerintah tak hanya memperbaiki infrastruktur dan sarana pendukung, tetapi juga menyasar area budidaya yang terdampak cukup luas.
“Sejak masa tanggap darurat, KKP telah menyalurkan berbagai bantuan stimulus. Di Kota Padang sendiri, pemulihan lahan sektor perikanan yang terdampak telah dilakukan pada area seluas 7.930 meter persegi,” terang Alfiadi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bantuan dari KKP mencakup peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satunya dengan penempatan tenaga pendamping khusus selama satu bulan penuh di Kota Padang untuk mengawal percepatan pemulihan ekonomi warga sekaligus mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Padang Sarai.
“Perhatian dari Kementerian ini merupakan anugerah besar bagi warga Kota Padang. Sektor perikanan adalah tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir dan kawasan aliran sungai. Sinergi pusat, provinsi, dan daerah ini kami yakini mampu membangkitkan kembali kesejahteraan masyarakat pascabencana,” pungkas Alfiadi.
Acara penyerahan bantuan dan tebar benih ikan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP KKP Budi Yuwono, Kepala DKP Sumbar Syefdinon, Kepala BPSPL Padang Rahmat Irfansyah, Kepala PPS Bungus Muhammad Iqbal, serta Lurah Koto Panjang Ikua Koto, Doni.
(*)













