infoAsatu – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung kondisi Komplek Sentra Rendang Kota Padang yang berlokasi di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (26/8/2026).
Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana produksi milik Pemerintah Kota Padang tersebut dapat difungsikan secara optimal oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam peninjauan itu, Fadly Amran didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian Feri Erviyan Rinaldy, Kadis Kominfo Tommy TRD, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, serta Chef Dian Nugraha. Rombongan menyisir sejumlah fasilitas utama, mulai dari dapur produksi, ruang sterilisasi, hingga ruang kemasan primer dan sekunder.
Dorong Program UMKM Naik Kelas
Fadly Amran menegaskan bahwa Sentra Rendang memiliki peran strategis dalam mendukung Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas. Tempat ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, jiwa kewirausahaan, serta kualitas produk unggulan khas Kota Padang.
Menariknya, fasilitas modern ini tidak hanya dikhususkan bagi pembuat rendang, melainkan terbuka untuk pengembangan berbagai produk kuliner UMKM lainnya.
“Kami mengajak warga Kota Padang yang memiliki produk UMKM untuk memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang ini. Pemerintah Kota tidak mencari keuntungan besar, penggunaannya hanya dikenakan retribusi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Fadly Amran di sela-sela peninjauan.
Meski begitu, Fadly tak menampik adanya beberapa evaluasi teknis yang perlu segera dibenahi agar kenyamanan para pelaku usaha dapat terjamin saat berproduksi.
“Dari hasil peninjauan, kondisi dapur masih cukup panas karena sistem pembuangan udara (exhaust) belum memadai. Ini akan segera kita perbaiki agar kondisi dapur lebih nyaman dan proses memasak berjalan lancar,” tambahnya.
Siapkan Perbaikan dan Target Peningkatan Kapasitas
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Feri Erviyan Rinaldy, menjelaskan bahwa Sentra Rendang sebenarnya telah siap beroperasi sejak tahun 2024. Namun, pemanfaatannya belum maksimal lantaran membutuhkan dukungan anggaran pemeliharaan serta fasilitas pendukung.
Guna menjawab catatan Wali Kota, Feri memastikan pihaknya segera mengusulkan anggaran perbaikan sistem sirkulasi udara dan melengkapi sarana pendukung lainnya. Tak hanya itu, peningkatan skala produksi juga tengah disiapkan untuk tahun mendatang.
“Pada tahun 2027, kita mengupayakan peningkatan kapasitas kuali dari 15 kilogram menjadi 20 kilogram per kuali. Kita memiliki delapan kamar produksi. Jika setiap kamar menggunakan kuali kapasitas 20 kilogram, maka total produksi bisa mencapai 160 kilogram dalam sekali proses memasak,” terang Feri.
Dengan pembenahan fasilitas serta pemanfaatan yang maksimal dari masyarakat, Sentra Rendang Lubuk Buaya diharapkan menjadi pusat sentralisasi industri kuliner unggulan yang berdaya saing tinggi di Kota Padang.
(*)







