HeadlineRagam

Menyusuri Jejak “Padang Lama”: Nostalgia Kolonial di Tengah Libur Lebaran 1447 H

×

Menyusuri Jejak “Padang Lama”: Nostalgia Kolonial di Tengah Libur Lebaran 1447 H

Sebarkan artikel ini
Kawasan Kota Tua Padang yang membentang di sepanjang Jalan Batang Arau, Kecamatan Padang Barat (Foto: Diskominfo Padang)

infoAsatu – Sejenak meninggalkan keriuhan modernitas, ribuan wisatawan memilih untuk “kembali ke masa lalu” pada libur Idul Fitri 1447 Hijriah kali ini. Kawasan Kota Tua Padang yang membentang di sepanjang Jalan Batang Arau, Kecamatan Padang Barat, bertransformasi menjadi magnet wisata yang menghidupkan kembali memori sejarah di jantung ibu kota Sumatera Barat.

Dikenal dengan julukan “Padang Lama”, kawasan ini menawarkan narasi visual lewat deretan bangunan peninggalan abad ke-17 hingga ke-20. Perpaduan gaya arsitektur Belanda yang kokoh dan sentuhan Tionghoa yang khas menciptakan atmosfer klasik yang sulit ditemukan di sudut kota lain.

Baca Juga  Modus Baru Penyalahgunaan BBM Bersubsidi: Ditreskrimsus Polda Sumbar Bongkar Timbunan Solar dalam Karung dan Plastik

Bagi pengunjung, menyusuri trotoar Batang Arau bukan sekadar jalan santai. Ada pemandangan kontras yang memanjakan mata, seperti deretan Kapal serta Perahu-perahu kayu yang bersandar rapi di sepanjang sungai.

Kemudian Ikonik Jembatan Siti Nurbaya yang berdiri megah sebagai latar belakang yang mempertegas sisi legendaris kawasan ini.

Bangunan-bangunan tua yang kini “bernafas kembali” menjadi kafe estetik dan pusat kuliner tanpa menghilangkan fasad aslinya.

Suasana estetis ini menjadi surga bagi para pencinta fotografi dan generasi social media. Tiara, seorang pelancong asal Sijunjung, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga  Polres 50 Kota Gulung Jaringan Narkoba di Mungka, Sabu hingga Ekstasi Disita

“Lingkungannya sangat mendukung, suasananya aman, nyaman, dan yang paling penting bersih. Pokoknya keren, ini destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan kalau ke Padang,” ungkapnya sembari mengabadikan momen senja, Rabu (25/3/2026).

Saat matahari mulai terbenam, lampu-lampu temaram dari kafe di pinggir sungai mulai menyala, menambah kesan romantis sekaligus magis di Kota Tua. Tak heran jika kawasan ini tetap kokoh sebagai destinasi favorit libur Lebaran di Sumatera Barat, sebuah perpaduan sempurna antara pelestarian sejarah dan ruang rekreasi modern.

(*)