infoAsatu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8/2026). Rapat paripurna ini menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi capaian sekaligus merumuskan arah transformasi pembangunan kota ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir. Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi, Asisten II Setdaprov Sumbar Adib Alfikri mewakili Gubernur Sumbar, Ketua DPRD Padang Muharlion beserta anggota dewan, unsur Forkopimda, para mantan wali kota/wakil wali kota, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, serta perwakilan kepala daerah se-Sumatera Barat.
Wali Kota Padang Fadly Amran dalam pidatonya menegaskan bahwa peringatan HJK merupakan momentum untuk melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur, dan menyiapkan masa depan secara berani. Menurutnya, arah jangka panjang Kota Padang telah dijabarkan dalam RPJMD 2025–2029 dengan fokus utama pada transformasi ekonomi dan ketangguhan bencana.
“Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan. Transformasi ekonomi bukan sekadar mengejar pertumbuhan tinggi, tetapi mengubah cara kota bekerja, memperkuat produktivitas, serta menaikkan kelas usaha lokal,” ujar Fadly.
Ia juga memaparkan tiga kekuatan utama Kota Padang sebagai kota jasa, yaitu sebagai pusat pendidikan dengan 180 ribu lebih mahasiswa di puluhan perguruan tinggi, sektor pariwisata yang mencatatkan kunjungan 5,3 juta wisatawan pada 2025, serta sektor perdagangan dan konektivitas yang menyumbang porsi besar terhadap PDRB daerah.
Di sisi lain, Fadly menyoroti upaya pemulihan pascabencana banjir yang sempat melanda beberapa titik di Kota Padang pada awal Agustus. Pihaknya berkomitmen menerapkan prinsip Build Back Better dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur agar lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyampaikan bahwa berbagai pencapaian positif Pemko Padang harus disertai kesiapan menghadapi tantangan kota yang makin kompleks. “Tantangan itu harus menjadi agenda bersama. Perlu kolaborasi seluruh pihak untuk mewujudkan pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan Asisten II Setdaprov Sumbar, Adib Alfikri. Mengutip pesan Gubernur, ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Padang merupakan marwah dan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat sehingga pembangunannya memerlukan sinergi lintas pemerintah dan pemangku kepentingan.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat yang juga Sekjen Kemenlu RI, Denny Abdi, mengapresiasi langkah strategis Pemko Padang yang gencar menjalin kerja sama internasional serta melakukan pembenahan lingkungan, seperti penataan kawasan Batang Arau. Ia menilai kebersihan dan hospitality menjadi kunci utama dalam mendorong potensi pariwisata Padang ke tingkat dunia.
(*)







