HeadlineNews

Viral! Ada Pesawat Militer AS di Atas Perairan Barat Kota Padang, Berikut Penjelasan Pihak BIM

×

Viral! Ada Pesawat Militer AS di Atas Perairan Barat Kota Padang, Berikut Penjelasan Pihak BIM

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pesawat Hercules (Foto: Dok. Pixabay.com)

infoAsatu – Sempat menghebohkan jagad maya media sosial terkait sebuah pesawat Militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules berputar-putar di atas perairan Barat, Kota Padang, pada Senin, 1 Juni 2026 kemarin, pihak Bandara Internasional Minangkabau, membeberkan perihal tersebut.

Dalam siaran persnya, pihak PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menyampaikan bahwa, pesawat tersebut sempat tertahan selama sepekan akibat gangguan teknis, pesawat militer Amerika Serikat jenis Lockheed C-130T Hercules akhirnya dinyatakan siap untuk melanjutkan penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat.

Pesawat yang membawa 15 personel militer tersebut sebelumnya terpaksa melakukan pendaratan darurat pada Senin, 25 Mei 2026. Insiden ini terjadi setelah kru pesawat mendeteksi adanya kerusakan pada mesin nomor 3 saat tengah menempuh rute penerbangan dari Singapura menuju pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, menjelaskan bahwa penanganan pendaratan darurat ini dilakukan dengan standar prosedur keselamatan penerbangan internasional yang sangat ketat.

Baca Juga  Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Air Tawar Barat, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Tidak hanya fokus pada perbaikan teknis, pihak bandara juga langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan legalitas dan keamanan pesawat asing tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Luar Negeri di pusat untuk proses security clearance,” ujar Dony Subardono, dalam keterangan persnya yang diterima, Selasa (2/6/2026).

“Pemeriksaan keamanan tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pendaratan murni karena kendala teknis dan tidak ada indikasi pelanggaran wilayah atau rencana lain dari para awak pesawat,” tambahnya.

Sukses Uji Terbang di Atas Laut Padang

Proses perbaikan memakan waktu sekitar satu minggu karena tim mekanik harus mendatangkan suku cadang khusus langsung dari luar negeri.

Setelah komponen pengganti tiba dan dipasang oleh tim teknisi pada akhir pekan lalu, pesawat legendaris tersebut langsung menjalani uji kelayakan terbang (test flight).

Baca Juga  Pastikan Pejalan Kaki Nyaman, Satpol PP Padang Tertibkan Pedagang di Trotoar Pantai Padang

Pada Senin, 1 Juni 2026, pesawat sukses mengangkasa selama kurang lebih satu jam di atas perairan barat Kota Padang. Berdasarkan hasil uji coba tersebut, seluruh sistem pada pesawat dinyatakan telah kembali berfungsi dengan normal dan aman.

Meski sempat menjadi pusat perhatian karena kehadiran pesawat militer asing dalam waktu yang cukup lama, pihak manajemen BIM memastikan bahwa seluruh rangkaian penanganan teknis dan keamanan ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas penerbangan sipil.

“Insiden ini tidak mengganggu operasional penerbangan komersial di Bandara Internasional Minangkabau selama masa penanganan berlangsung,” tutup Dony.

Saat ini, pesawat beserta 15 kru di dalamnya tengah bersiap untuk melanjutkan misi penerbangan mereka yang sempat tertunda menuju Diego Garcia.

(*)