infoAsatu – Menahan haus dan lapar seharian penuh selama Ramadhan tentu membuat siapa saja mendambakan hidangan spesial sebagai upah melepas dahaga. Di tengah riuhnya takjil manis, ada satu hidangan ikonik khas Minangkabau yang sulit ditampik pesonanya saat bedug magrib menjelang, yaitu Gulai Tunjang.
Gulai ini bukan sekadar pelengkap nasi, melainkan primadona di meja makan. Terbuat dari bagian kikil atau kaki sapi yang dipilih khusus, gulai tunjang menawarkan sensasi tekstur kenyal sekaligus lembut yang lumer di mulut. Rahasianya terletak pada proses memasak yang lama di dalam rendaman kuah santan kental yang kaya akan kolagen.
Keistimewaan Gulai Tunjang terletak pada “ledakan” rasanya. Perpaduan bumbu rempah tradisional, mulai dari lengkuas, kunyit, hingga cabai merah menyatu sempurna dengan gurihnya santan. Hasilnya adalah kuah berwarna kuning kemerahan yang kental, memberikan aroma harum yang seketika membangkitkan selera makan setelah seharian berpuasa.
Bagi warga Kota Padang, berburu hidangan ini bukanlah perkara sulit. Hampir setiap sudut kota, mulai dari warung nasi sederhana hingga rumah makan besar, dipastikan memajang potongan tunjang yang menggoda di balik kaca etalasenya.
Bagi Anda yang tak sempat berjibaku di dapur, membeli gulai tunjang menjadi solusi praktis dan memuaskan. Soal harga pun relatif ramah di kantong.
Harga per potong berkisar antara Rp12.000 hingga Rp15.000 yang tersedia di hampir seluruh Rumah Makan Padang di Sumatera Barat.
Menikmati sepotong tunjang dengan siraman kuah hangat di atas nasi putih panas adalah definisi kemewahan sederhana saat berbuka. Jadi, sudahkah Anda menentukan di rumah makan mana akan berburu gulai tunjang sore ini? Pastikan Anda tiba sebelum antrean memanjang menjelang waktu berbuka!
Sumber Artikel: FB Diskominfo Padang










