EkBis

Konsumsi BBM di Limapuluh Kota Melonjak Pasca-Lebaran, Pertamina Pastikan Stok di Pertashop Aman

×

Konsumsi BBM di Limapuluh Kota Melonjak Pasca-Lebaran, Pertamina Pastikan Stok di Pertashop Aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Foto: Dok. Humas Pertamina Sumbagut)

infoAsatu – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat merespons peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota pasca-Idulfitri 2026. Pertamina memastikan distribusi ke titik-titik Pertashop tetap berjalan normal guna melayani kebutuhan masyarakat.

Peningkatan aktivitas warga di masa arus balik dan libur Lebaran sempat memicu antrean di beberapa gerai Pertashop. Namun, pihak Pertamina menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat situasional dan segera ditangani dengan percepatan suplai.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif untuk wilayah dengan permintaan tinggi.

Baca Juga  Pertamina Sumbagut Tambah 3,2 Juta Tabung, Perkuat Pasokan LPG Jelang Idulfitri 2026

Salah satu langkah konkret dilakukan di Pertashop 1P.262.102, Nagari Sialang, Kecamatan Kapur IX. Guna mengurai antrean dan menjaga ketersediaan, stok Pertamax ditambah melalui koordinasi dengan SPBU hub.

“Sebagai langkah antisipasi, Pertashop di Nagari Sialang telah mengajukan tambahan pasokan Pertamax sebesar 3 Kiloliter (KL) dari SPBU hub. Ini kami lakukan demi menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Fahrougi, Selasa (31/3/2026).

Selain menambah pasokan di titik-titik krusial, Pertamina Patra Niaga terus melakukan monitoring secara real-time terhadap distribusi energi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Penguatan distribusi dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Baca Juga  Kabar Baik! Harga Bright Gas di Sumbagut Turun per Juli 2026, Ini Rincian Lengkapnya

Fahrougi juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami pastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

(*)