DaerahHeadline

Pohon Lansano 15 Meter Tumbang di Padang, Sempat Tutup Akses Jalan

×

Pohon Lansano 15 Meter Tumbang di Padang, Sempat Tutup Akses Jalan

Sebarkan artikel ini
Foto: Dok. Humas BPBD Padang

 

infoAsatu – Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kota Padang pada Senin (30/3/2026) sore, mengakibatkan sebuah pohon besar jenis Lansano tumbang dan sempat memutus akses jalan warga di kawasan Banjir Kanal, Kecamatan Lubuk Begalung.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, tepatnya di RT 02 RW 05, Kelurahan Lubuk Begalung Nan XX.

Pohon yang tumbang tersebut memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang mencapai ±15 meter dan diameter sekitar 65 cm. Posisi pohon yang melintang di tengah jalan membuat mobilitas warga di sekitar Banjir Kanal sempat lumpuh total.

Baca Juga  Siapkan Anggaran Rp38 Miliar, Pemko Padang Targetkan Pertahankan Juara Umum Porprov Sumbar XVI

“Pemicunya adalah hujan lebat dan angin kencang yang terjadi sore tadi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil pada kendaraan atau bangunan dalam peristiwa ini,” ujar Hendri Zulviton.

Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Rescue PB BPBD Kota Padang langsung meluncur ke lokasi. Di bawah komando langsung Kalaksa dan Kabid KL, petugas melakukan evakuasi menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong batang pohon yang menghalangi jalan.

Per pukul 18.00 WIB, BPBD memastikan bahwa seluruh material pohon telah berhasil dievakuasi dan akses jalan sudah bisa kembali dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Baca Juga  Menyusuri Jejak "Padang Lama": Nostalgia Kolonial di Tengah Libur Lebaran 1447 H

“Pengerjaan sudah selesai 100 persen. Saat ini jalur di lokasi kejadian sudah kembali normal,” tambah Hendri.

Pihak BPBD Kota Padang tetap mengimbau warga untuk selalu waspada saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, terutama saat melintasi area yang banyak terdapat pohon pelindung besar guna menghindari risiko serupa.

(*)